KEBISINGAN & PERLINDUNGAN PENDENGARAN

noise-hazard

Berdasarkan PERMENAKER No. 13/MEN/X/Tahun 2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Kimia di Tempat Kerja, kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan / atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Sedangkan menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP. 48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan mendefinisikan bising sebagai bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Beberapa hal yang perlu dipahami tentang kebisingan antara lain:

  1. Kebisingan adalah bunyi yang tidak diharapkan.
  2. Beberapa bunyi-bunyian diperlukan untuk berkomunikasi, memberi peringatan dan menyeimbangkan serta mengendalikan sesuatu.
  3. Nilai ambang pendengaran adalah tingkat kebisingan paling rendah yang dapat dideteksi oleh manusia.

Ada dua bagian utama dari Undang-Undang yang terkait dengan kebisingan, yaitu ditujukan untuk melindungi para pekerja dan perlindungan kualitas hidup suatu masyarakat. The United States Occupational Safety and Health Administration (OSHA) menetapkan batas hukum atas paparan kebisingan di tempat kerja berdasarkan waktu rata-rata tertimbang seorang pekerja lebih dari satu hari 8 jam. Paparan yag diperbolehkan OSHA (PEL) adalah 90 dBA untuk semua pekerja selama 8 jam sehari. Sedangkan The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menetapkan Nilai Ambang Batas pekerja dengan paparan kebisingan harus dikendalikan di bawah tingkat yang setara dengan 85 Dba selama 8 jam untuk meminimalisasi gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan di tempat kerja.

NIOSH telah menemukan bahwa kebisingan yang disebabkan oleh gangguan pendengaran signifikan terjadi pada tingkat eksposur setalara dengan PEL OSHA berdasarkan informasi terkini yang diperoleh dari literatur. NIOSH juga merekomendasikan nilai turan 3 dBAsehingga setiap kenaikan sebesar 3 dBA menggandakan jumlah kebisingan dan membagi dua jumlah yang disarankan waktu pemaparan. Berikut ini contohnya: OSHA memungkinkan 8 jam paparan 90 dBA, tetapi hanya 2 jam dari paparan tinglat suara 100 dBA. NIOSH merekomendasikan membatasi waktu 8 jam paparan kurang dari 85 dBA. Pada 100 dBA, NIOSH merekomendasikan kurang dari 15 menit untuk paparan per hari.

Period of maximum exposure for various equivalent continuous noise levels

Limiting dB(A)

Maximum exposure period allowed to

 

stay within LAeq,8h 85 dB(A)

   

85

8 hr

88

4 hr

91

2 hr

94

1 hr

97

30 min

100

15 min

The Noise at Work Regulation 1989 membahas tindakan-tindakan yang harus diambil untuk mengurangi pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh tingkat kebisingan di tempat kerja. Regulasi ini mencakup ketentuan-ketentuan dari Noise Directive Uni Eropa. Adapun persyaratan yang harus dilakukan oleh pengusaha untuk mengendalikan bahaya bising di tempat kerja antara lain:

  1. Membuat penilaian kebisingan di tempat-tempat yang terpapar bahaya bising tinggi (ditandai dengan keharusan berteriak-teriak untuk berbicara dalam jarak jangkauan tangan).
  2. Memastikan penilaian kebisingan dilakukan oleh orang yang berkompeten.
  3. Menyampaikan hasil penilaian kepada para pekerja.
  4. Membuat penilaian kebisingan lebih lanjut jika perubahan yang dibuat mempengaruhi tingkat kebisingan.
  5. Menyimpan catatan setiap penilaian kebisingan.
  6. Mengurangi tingkat kebisingan demi melindungi seluruh pekerja dan jajaran manajemen.
  7. Menyediakan alat pelindung pendengaran (ear muff dan ear plug) untuk pekerja yang terpapar kebisingan pada tingkat pertama.
  8. Untuk area yang terpapar kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas:
  9. Menetapkan zona perlindungan pendengaran.
  10. Memasang papan tanda identifikasi sesuai dengan ketentuan Health and Safety (Safety Signs and Signals) Regulation 1996.
  11. Menyampaikan peraturan-peraturan kepada para pekerja agar diketahui.
  12. Tidak memperbolehkan para pekerja memasuki area kerja kecuali mereka menggunakan alat pelindung pendengaran.
  13. Memastikan bahwa seluruh alat yang disediakan untuk melindungi pendengaran para pekerja berada dalam keadaan baik dan terpelihara sebagiamana mestinya.
  14. Memberikan informasi, instruksi dan pelatihan kepada para pekerja tentang:
  15. Tingkat kebisingan di tempat kerja.
  16. Risiko dari paparan kebisingan.
  17. Tindakan pencegahan untuk meminimalisasi risiko.
  18. Kewajiban para pekerja menurut regulasi ini.
  19. Mensyaratkan pabrik atau pemasok permesinan atau peralatan yang mungkin menimbulkan tingkat kebisingan pada atau di atas Nilai Ambang Batas untuk memberikan informasi kepada pembeli tentang tingkat emisi kebisingannya.

noise-control

Sumber kebisingan berasal dari berbagai lingkungan antara lain:

  1. Kebisingan dari Lingkungan Pabrik.
    Misalnya, kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin-mesin dan alat-alat produksi.
  1. Kebisingan dari Alat-Alat Konstruksi.
    Misalnya, kebisingan yang bersumber dari mikser, pompa generator dan vibrator.
  1. Kebisingan yang Berasal dari Lalu Lintas.
    Kebisingan ini diperoleh dari lalu lintas darat maupun udara.
  1. Kebisingan dari Alat-Alat Rumah Tangga.
    Tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh alat-alat rumah tangga tidak terlalu tinggi tetapi dapat mengakibatkan gangguan terhadap penghuni rumah tangga.
  1. Kebisingan pada Tempat Rekreasi.
    Di tempat rekreasi alat-alat modern menimbulkan kebisingan yang hebat, demikian pula dalam berolahraga, seperti menembak dapat pula terjadi kebisingan sesaat dengan intensitas lebih dari 130 dBA.

Berdasarkan pengaruhnya pada manusia, kebisingan dapat menimbulkan gangguan pada:

  1. Psikologis
    Gangguang psikologis dapat berupa:
  • Sulit berkonsentrasi dan susah tidur.
  • Mudah marah.
  • Kepala pusing dan cepat lelah.
  • Menurunkan daya kerja.
  1. Pendengaran
    Gangguan yang terjadi pada pendengaran dapat menyebabkan hilangnya pendengaran seseorang, jika dibiarkan berlanjut dapat menderita ketulian yang bersifat sementara maupun permanen.
  1. Tubuh
    Adapun dampak dari kebisingan yang menyebabkan gangguan tubuh dapat berupa ketegangan otot, kontraksi pembuluh darah, meningkatnya tekanan darah, meningkatnya denyut jantung serta meingkatnya produksi adrenalin.

Untuk melakukan pengendalian bahaya kebisingan dengan menggunakan Alat Pelindung Telinga, terdapat beberapa alat yang bisa digunakan antara lain:

  1. Sumbat Teliga (Ear Plug)
    ear-plugs
    Sumbat telinga yang paling sederhana terbuat dari kapas yang dicelup dalam lilin sampai dari bahan sintetis sedemikian rupa sehingga sesuai dengan liang telinga pemakai. Sumbat telinga ini dapat menurunkan intensitas kebisingan sebesar 25 dB sampai 30 dB.
  2. Penutup Telingan (Ear Muff)
    ear-muff
    Penutup telinga lebih baik daripada penyumbat telinga, karena selain menghalangi hambatan suara melalui udara, juga menghambat hantaran melalui tulang tengkorak. Penutup telinga ini mampu menurunkan intensitas kebisingan sebesar 30 dB sampai 40 dB.
  3. Ear Canal Caps
    ear-canal-caps
    Terbuat dari karet ringan atau jenis material PVC. Berbeda dengan ear plug, ear canal caps tidak digunakan sampai masuk ke liang telinga seperti ear plug. Penggunaan ear canal caps banyak ditemukan pada kegiatan konstruksi karena memudahkan penggunaannya untuk pekerja. 
  4. Acoustic Helmets
    acoustic-helmets
    Alat yang menutup seluruh kepala dan telinga luar. Helm ini biasa digunakan oleh pilot helikopter pesawat tempur dan jet. Selain besar, helm ini termasuk mahal dan mampu meredam kebisingan sebesar 50 dB pada frekuensi yang lebih rendah, 35 dB pada frekuensi 250 Hz. Helm ini juga mampu mengurangi konduksi pada tulang.

Referensi:

  1. PERMENAKER No. 13/MEN/X/Tahun 2011.
  2. KEP. 48/MENLH/11/1996.
  3. Kuswana, Wowo Sunaryo. 2014. Ergonomi dan K3. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  4. Ridley, John. 2006. Jakarta: Erlangga.
  5. Tillman, Cherilyn. 2007. Principles of Occupational Health and Hygiene. Australia: AIOH.
  6. Anizar. 2012. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu.

About DYNAMIQHSE

Berbagi Informasi mengenai Sistem Manajemen K3LM
This entry was posted in Informasi K3, Kesehatan Kerja, Umum, Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to KEBISINGAN & PERLINDUNGAN PENDENGARAN

  1. Satnova says:

    Dear PT.Mitra Dinamis

    Terima kasih

    Satnova PT.Hexa Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s