K3 ASBES

asbes

Salah satu substansi yang menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang dan banyak menimbukan kematian adalah asbes. Debu asbes yang terhirup secara berangsur-angsur menurunkan fungsi paru, mesotelioma dan asbestosis. Mesotelioma adalah salah satu jenis kanker ganas yang ditemukan pada lapisan dada atau perut. Insidennya meningkat sepanjang berkembangnya dunia industri sebagai akibat dari paparan asbes yang berkepanjangan. Menurut PER-03/MEN/1985 tentang K3 pemakaian asbes pengertian asbes adalah serat yang belum terikat oleh semen atau bahan lain.

Berdasarkan komposisi mineralnya, asbes dapat digolongkan menjadi dua bagian. Golongan serpentin; yaitu mineral krisotil yang merupakan hidroksida magnesium silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11) H2O, Golongan amfibol; yaitu mineral krosidolit, antofilit, amosit, aktinolit dan tremolit. Jenis asbes yang banyak digunakan adalah krisotil. Perbedaan dalam serat asbes selain karena panjang seratnya berlainan, juga karena sifatnya yang berbeda. Satu jenis serat asbes pada umumnya dapat dimanfaatkan untuk beberapa penggunaan yaitu dari serat yang berukuran panjang hingga yang halus. Pembagian atas dasar dapat atau tidaknya serat asbes dipintal ialah :

  1. Serat asbes yang dipintal, digunakan untuk kopling, tirai dan layar, gasket, sarung tangan, kantong-kantong asbes, pelapis ketel uap, pelapis dinding, pakaian pemadam kebakaran, pelapis rem, ban mobil, bahan tekstil asbes, dan lain-lain. Alat pemadam api, benang asbes, pita, tali, alat penyambung pipa uap, alat listrik, alat kimia, gasket keperluan laboratorium, dan pelilit kawat listrik.
  2. Serabut yang tidak dapat dipintal terdiri atas:
  3. Semen asbes untuk pelapis tanur dan ketel serta pipanya, dinding, lantai, alat-alat kimia dan listrik.
  4. Asbes untuk atap.
  5. Kertas asbes untuk lantai dan atap, penutup pipa isolator-isolator panas dan listrik.
  6. Dinding-dinding asbes untuk rumah dan pabrik, macam-macam isolasi, gasket, ketel, dan tanur.
  7. Macam-macam bahan campuran lain yang menggunakan asbes sangat halus dan kebanyakan asbes sebagai bubur.

Asbes amfibol yang biasa digunakan sebagai bahan serat tekstil adalah dari jenis varitas krosidolit. Hal ini berhubungan dengan daya pintalnya yang sesuai dengan kebutuhan industri tekstil. Krisotil dan antagonit termasuk ke dalam golongan asbes serpentin. Krisotil juga merupakan jenis asbes yang sangat penting dalam industri pertekstilan.

PENGGUNAAN ASBES.jpgKeterangan: 1) produk semen asbes; 2) lapisan yang dilapisi asbes; 3) tekstil dan ubin lantai; 4) tiang, balok, dinding; 5) papan penyekat; 6) pipa; 7) asbes yang lepas pada rongga lantai dan atap.

 

Untuk mengatasi bahaya yang mungkin terjadi atau untuk melindungi tenaga kerja dalam perusahaan yang menggunakan bahan asbes dalam proses produksinya, perlu dikeluarkan peraturan tentang K3 pemakaian asbes. Regulasi yang mengatur terkait K3 asbes antara lain:

  1. PP No. 74 tahun 2001, mengenai Pengelolaan B3. PP ini hanya melarang penggunaan crocidolite (asbes biru), dan mengizinkan penggunaan chrysotile.
  2. Kepres No. 22 tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul karena Hubungan Kerja. Menetapkan bahwa asbestosis, kanker paru atau mesotelioma yang disebabkan oleh asbes adalah penyakit yang timbul karena hubungan kerja (lampiran, butir 1 dan 28). Setiap tenaga kerja yang menderita penyakit tersebut berhak mendapat Jaminan Kecelakaan Kerja baik pada saat masih dalam hubungan kerja maupun setelah hubungan kerja berakhir (pasal2).
  3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 03 tahun 1985, tentang Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Penggunaan Asbestos. Peraturan Menteri ini juga melarang penggunaan crocidolite dan melarang penggunaan asbes jenis lainnya dengan jalan menyemprot. Isi dari Peraturan Menteri Tenaga Kerja ini merujuk kepada ILO Code of Practice on Safety in the Use of Asbestos, diterbitkan oleh ILO tahun 1984, yang membangun dasar-dasar kebijakan dan aksi pada tingkat  nasional.
  1. Permenakertrans RI No. 13 tahun 2011, tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Kimia di Tempat Kerja. NAB ini menetapkan bahwa NAB dari Chrysotile adalah 0,1 serat/ml. Chrysotile diklasifikasikan sebagai Confirmed human carcinogen (A1). ACGIH tahun 2001 menetapkan bahwa NAB chrysotile adalah 0.1 serat/ ml, berarti 1/20 dari NAB yang ditetapkan tahun 1997.

PENGUJIAN ASBES DI TEMPAT KERJA

  1. Pengurus wajib melakukan pengendalian terhadap debu asbes yang terkandung diudara lingkungan kerja dengan mengambil sampel pada beberapa tempat yang diperkirakan konsentrasi debu asbesnya tinggi dalam setiap 3 bulan atau pada frekwensi tertentu.
  2. Analisa debu asbes dilakukan oleh Pusat atau Balai Hiperkes dan KK Depertemen Tenaga Kerja atau laboratorium lain yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja atau pejabat yang berwenang.
  3. Pengurus atau pekerja yang ditunjuk harus memberikan penerangan atau informasi yang diminta oleh Pegawai pengawas ketenagakerjaan Ketenagakerjaan yang mengadakan inspeksi di tempat kerja.
  4. Apabila pegawai pengawas ketenagakerjaan menemukan bahwa kadar serat asbes di tempat kerja melampaui Nilai Ambang Batas yang berlaku, pegawai pengawas ketenagakerjaan berhak mewajibkan pengusaha melakukan tindakan pengendalian dengan menggunakan teknologi yang sesuai, menyediakan alat respirator dan pakaian pelindung khusus lainnya.
  5. Apabila pengusaha setelah diperintahkan tetap/tidak mau melakukan tindakan kearah itu, pegawai pengawas ketenagakerjaan melalui Menteri menyampaikan dan meminta kepada instansi yang berwenang untuk menutup perusahaan tersebut.

PENGENDALIAN K3 ASBES                     

PENGENDALIAN ASBES.png

  1. Pemeriksaan Kesehatan. Pemeriksaan kesehatan harus rutin dilaksanakan 1 x dalam setahun yang meliputi rontgen thorax, riwayat pekerjaan, riwayat merokok, pengujian kimia dan tes fungsi paru.
  1. Kebersihan Lingkungan Kerja. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengendalikan potensi bahaya asbes di lingkungan kerja antara lain:
  • Setiap ruang kerja wajib dipasang alat ventilasi.
  • Alat ventilasi wajib dihidupkan pada waktu proses produksi.
  • Alat ventilasi harus diperiksa minimal 3 bulan sekali dan dicatat.
  • Dilakukan perawatan dan perbaikan.
  • Kantong filter alat ventilasi ditaruh di tempat tertutup.
  • Filter harus dibersihkan dan diganti.
  • Tempat kerja dan peralatan harus selalu bersih dan terbebas dari debu asbes.
  • Pembersihan debu asbes harus dengan cara basah atau dihisap.
  • Petugas pembersihan harus memakai APD dan respirator.
  • Pembungkus/kantong asbes harus tidak dapat ditembus debu asbes.
  • Sampah asbes yang telah terikat tidak boleh disimpan, dikirim, atau didistribusikan tanpa wadah tertutup sempurna.
  • Semua wadah yang mengandung asbes harus diberi tulisan : “Bahan Asbes Tidak Boleh Dihirup”.
  • Pembungkus /kantong harus dibuang sehingga tdk dipakai lagi.
  • Sampah asbes dibuang dengan menyebarkan rata ditanah dan ditimbun atau diserahkan kepada PPLI.
  1. Alat Pelindung Diri. Alat pelindung diri di sini bukan hanya sekedar masker, namun yang terbaik adalah respirator. Respirator adalah suatu masker yang menggunakan filter sehingga dapat membersihkan udara yang dihisap. Ada 2 macam respirator, yaitu half-face respirator yang berfungsi sebagai penyaring udara, dan full-face respirator yang berfungsi sebagai penyaring udara dan pelindung mata.

 

Referensi:

  1. PER-03/MEN/1985 tentang K3 Pemakaian Asbes.
  2. Jurnal Kedokteran Universitas Syiah Kuala Volume 15 Nomor 1 April 2015Liza Salawati, Penyakit Akibat Kerja Oleh Karena Pajanan Serat Asbes.
  3. John Ridley: Health & Safety In Brief, Third Edition.
  4. http://www.tekmira.esdm.go.id/data/Asbes/ulasan.asp?xdir=Asbes&commId=1&comm=Asbes diakses tanggal 16 Februari 2017.

     

About DYNAMIQHSE

Berbagi Informasi mengenai Sistem Manajemen K3LM
This entry was posted in Informasi K3, Kesehatan Kerja, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s