Sistem Proteksi Kebakaran

Sistem Proteksi KebakaranSebelum melakukan perencanaan terhadap Instalasi Proteksi Kebakaran atau melakukan pembelian terhadap Alat pemadam kebakaran, kita harus terlebih dahulu mengenal Sistem Proteksi Kebakaran yang akan digunakan, agar efektif dan efisien dalam penggunaannya.

Sistem Proteksi Kebakaran terbagi menjadi 2 yaitu :

  1. Sistem Proteksi Pasif
  2. Sistem Proteksi Aktif

Yang dimaksud Sistem Proteksi Pasif yaitu :

Suatu teknik desain tempat kerja untuk membatasi atau menghambat penyebaran api, panas dan gas baik secara vertikal maupun horizontal dengan mengatur jarak antara bangunan, memasang dinding pembatas yang tahan api, menutup setiap bukaan dengan media yang tahan api atau dengan mekanisme tertentu. (Berdasarkan INS.Menaker : No : 11/M/BW/1997 Tentang Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran).

Sistem  perlindungan  terhadap  kebakaran  yang  dilaksanakan  dengan  melakukan  pengaturan  terhadap  komponen  bangunan gedung  dari  aspek  arsitektur  dan  struktur  sedemikian  rupa  sehingga  dapat melindungi penghuni dan benda dari kerusakan fisik saat terjadi kebakaran. (Berdasarkan Kemenpu No.10/Kpts/2000 Tentang Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung Dan Lingkungan).

Contoh Sistem Proteksi Pasif :

  • Jenis bahan bangunan yang digunakan / Isi bangunan yang sulit terbakar)

Sedangkan yang dimaksud Sistem Proteksi Aktif yaitu :

Penerapan suatu desain sistem atau instalasi deteksi, alarm dan pemadan kebakaran pada suatu bagunan tempat kerja yang sesuai dan handal sehingga pada bangunan tempat kerja tersebut mandiri dalam hal sarana untuk menghadapi bahaya kebakaran (Berdasarkan INS.Menaker : No : 11/M/BW/1997 Tentang Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran)

Sistem  perlindungan  terhadap  kebakaran  yang dilaksanakan  dengan  mempergunakan  peralatan  yang  dapat  bekerja  secara otomatis  maupun  manual, digunakan  oleh  penghuni  atau  petugas  pemadam kebakaran  dalam  melaksanakan  operasi  pemadaman.  Selain  itu  sistem  ini digunakan dalam melaksanakan penanggulangan awal kebakaran (Berdasarkan Kemenpu No.10/Kpts/2000 Tentang Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung Dan Lingkungan).

Contoh Sistem Proteksi Akitf :

  • Penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
  • Penggunaan Hydrant
  • Detektor : Asap (Smoke Detector), Panas (Heat Detector), Nyala Api
  • Alarm Kebakaran Listrik / Otomatis
  • Sprinkler

Hal inilah salahsatu bahasan pada topik Pelatihan Kebakaran yang dilakukan di PT.Samafitro pada tgl 09 Februari 2015 dengan Instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulan Bencana yang diikuti oleh jumlah peserta 22 orang. Berikut dokumentasi pelaksanaan pelatihan tersebut :

Pelatihan Kebakaran Tanggap Darurat Pelatihan Kebakaran Tanggap Darurat Pelatihan Kebakaran Tanggap Darurat Pelatihan Kebakaran Tanggap Darurat Pelatihan Kebakaran Tanggap Darurat Pelatihan Kebakaran Tanggap Darurat Pelatihan Kebakaran Tanggap Darurat

 Artikel Terkait dengan Kebakaran juga dapat dibaca disini :

  1. Tatacara Pemasangan APAR
  2. APAR dan Api
  3. Prinsip Pemadaman Kebakaran
  4. Manajemen Keadaan Darurat

Saya tertarik untuk Ikut Pelatihan Petugas Pemadam Kebakaran Kelas D sertifikasi Kemnaker RI , maka dari itu Saya Daftar Sekarang !!!

About DYNAMIQHSE

Berbagi Informasi mengenai Sistem Manajemen K3LM
This entry was posted in Informasi K3, K3 Kebakaran and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s