Bulan K3 Tahun 2015

???????????????????????????????Sejak Undang-Undang Keselamatan Kerja yang diundangkan di Jakarta oleh Sekretaris Negara RI,  ALAMSJAH dan kemudian di sahkan oleh Presiden RI kedua SOEHARTO  pada tanggal 12 Januari 1970, ditetapkanlah Undang-Undang Keselamatan Kerja No.01 Tahun 1970. Hal inilah yang menjadi kenapa Bulan K3 di Indonesia selalu diperingati pada tanggal 12 Januari – 12 Februari. <Baca artikel sejarah Bulan K3>

Pada tahun 2015, Upacara peringatan Bulan K3 dilaksanakan pada hari Selasa tgl 13 Januari 2015 yang dipimpin langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri sekaligus secara resmi mencanangkan pelaksanaan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2015. Pencanangan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pengawasan ketenagakerjaan di Indonesia.

“Saya instruksikan kepada semua pengawas ketenagakerjaan agar turun langsung ke perusahaan. Lakukan pengawasan dengan benar dan berikan tindakan tegas kepada perusahaan yang melanggar aturan ketenagakerjaan,” kata Hanif pada upacara, di kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (13/1/2015). Upacara ini menandai dimulainya pelaksanaan Bulan K3 Nasional Tahun 2015 yang diselenggarakan secara serentak di perusahaan-perusahaan seluruh tanah air.

Saat ini berdasarkan data Kemnaker, jumlah pengawas ketenagakerjaan tercatat 1.776 orang untuk yang bertugas mengawasi ketenagakerjaan dan menangani sekitar 265.209 perusahaan.

Idealnya dibutuhkan 4.452 orang, sehingga Indonesia kekurangan 2.676 orang. Bahkan dari 514 kab/kota yang ada, sebanyak 155 Kab/Kota belum memiliki pengawas ketenagakerjaan.

Hanif mengatakan, peringatan bulan K3 tahun 2015 ini merupakan tahun pertama bagi bangsa Indonesia untuk berjuang, berperan aktif dan bekerja secara kolektif dan terus menerus dalam mewujudkan Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2015 menuju tercapainya Visi K3 “Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2020”.

Dikatakan, peringatan Hari K3 Nasional yang mengambil tema ”Melalui Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) kita wujudkan Indonesia Berbudaya K3 dalam menghadapi Perdagangan Bebas” sangat tepat dan strategis untuk mendorong semua pihak berpartisipasi aktif membudayakan K3.

Dia berharap masyarakat industri di Indonesia pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya memiliki kemandirian dalam berbudaya K3. Budaya K3 merupakan bagian integral dan revolusi mental dalam pembangunan nasional guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

“Saya mengimbau, mengajak, dan mendorong agar semua kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, para cendekiawan, perguruan tinggi, organisasi profesi, asosiasi, pimpinan perusahaan, pekerja, masyarakat lain-lainnya melakukan upaya-upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkungannya masing-masing,” kata Hanif,

Ditegaskan, pelaksanaan kegiatan K3 tidak hanya menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja serta orang lain yang berada di tempat kerja, tetapi juga bagaimana kita dapat mengendalikan risiko terhadap peralatan, aset dan sumber produksi sehingga dapat digunakan secara aman dan efisien agar terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

“Tujuan tersebut dapat terlaksana apabila seluruh manajemen, serikat pekerja/serikat buruh dan tenaga kerja/buruh bersama-sama berkomitmen melaksanakan upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja,” kata Hanif

Dalam rangka mendorong terlaksananya perlindungan K3, maka upaya yang paling tepat dalam menerapkan K3 adalah melalui penerapan sistem yaitu sistem manajemen K3 sebagaimana amanat Pasal 87 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 yang mana pedoman penerapan SMK3 diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012.

Dikatakan, persyaratan K3 juga dilakukan untuk memenuhi tuntutan negara-negara maju, terhadap persyaratan suatu produk barang atau jasa. Antara lain, harus memiliki mutu yang baik, aman dipergunakan, ramah lingkungan dan memenuhi standar internasional tertentu di antaranya sistem manajemen mutu, sistem manajemen lingkungan, sistem manajemen K3 serta standar-standar lainnya.

“Kondisi tersebut harus kita jadikan sebagai tantangan sekaligus peluang dalam meraih keberhasilan perdagangan bebas dan meningkatkan daya saing. Kita berharap budaya K3 benar-benar terwujud di setiap tempat di seluruh bangsa Indonesia,” kata Hanif.

Dalam memeriahkan kegiatan tersebut, terdapat stan-stan pameran yang berisikan antaralain mensosialisasikan pengujian K3 dengan memamerkan alat-alat uji lingkungan kerja dan APD (alat pelindung diri) serta pemeriksaan kesehatan gratis. Diharapkan dari partisipasi ini pengelola indutri dapat menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja serta orang lain yang berada di tempat kerja, dan dapat mengendalikan risiko terhadap peralatan, aset, dan sumber produksi sehingga dapat digunakan secara aman dan efisien agar terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Asosiasi Ahli K3 Konstruksi Indonesia dan Lembaga Audit SMK3 PT.ALKON juga membuka stan untuk memeriahkan acara kegiatan Pencanangan Bulan K3 Tahun 2015 ini.

Bulan K3 2015 Bulan K3 2015 Bulan K3 2015 Bulan K3 2015 Bulan K3 2015 Bulan K3 2015Bulan K3 2015Upacara Bulan K3 2015

About DYNAMIQHSE

Berbagi Informasi mengenai Sistem Manajemen K3LM
This entry was posted in Informasi K3 and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s