Atribut Seorang Auditor

Atribut Seorang AuditorYang dimaksud dengan Auditor yaitu Personil yang melakukan Audit pada sebuah organisasi secara sistematis, independen dan terdokumentasi untuk mendapatkan “bukti audit” dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan apakah “kriteria audit” telah dipenuhi.

Menjadi seorang Auditor yang baik tidaklah mudah diperlukan kesabaran, ketekunan dan jam terbang (pengalaman yang banyak) untuk mengetahui berbagai macam jenis organisasi dan karakter yang berbeda-beda baik secara Individu maupun Kelompok. Untuk mempermudah pelaksanaannya terdapat sebuah Pedoman Audit bagi Seorang Auditor untuk melaksanakan Audit yang baik yaitu pada Buku Panduan Audit Sistem Manajemen yang sudah di terjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi SNI ISO 19011:2012. Buku panduan ini Wajib digunakan oleh para Auditor Sistem Manajamen termasuk Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lingkungan dan Mutu serta Manajemen lainnya.

Didalam buku panduan tersebut dijelaskan terdapat Prinsip-prinsip Seorang Auditor.

A. Integritas : Sebagai dasar dari Profesionalisme.

Tim audit baik itu Lead Auditor, Auditor ataupun personil yang mengelola program audit sebaiknya :

  • Melakukan pekerjaan dengan kejujuran, ketekunan dan tanggungjawab
  • Mengamati dan memenuhi persyaratan hukum yang berlaku
  • Menunjukkan kompetensi saat melakukan pekerjaan
  • Melakukan pekerjaan secara netral yaitu tetap adil dan tidak bias dalam semua urusan
  • Peka terhadap pengaruh apapun yang dapat diberikan pada penilaian saat melakukan audit

B. Penyampaian yang Objektif

Kewajiban bagi seorang auditor melaporkan hasil auditnya secara benar dan akurat. Hasil temuan audit, Kesimpulan Audit dan Laporan Audit mencerminkan pelaksanaan kegiatan audit secara benar dan akurat. Hambatan signifikan yang ditemukan selama audit dan perbedaan pendapat yang tidak terselesaikan antara tim audit dan auditi segera dilaporkan. Komunikasi yang baik sebaiknya jujur, akurat, obyektif, tepat waktu, jelas dan lengkap.

C. Profesional

Seorang auditor haruslah dengan kesungguhan dan ketetapan penilaian dalam audit. Auditor sebaiknya juga selalu berhati-hati sesuai dengan pentingnya tugas yang dilaksanakan dan kepercayaan yang diberikan oleh klien audit dan pihak terkait lainnya. Faktor lain yang penting dari seorang auditor yang professional yaitu mempunyai kemampuan dalam menentukan penilaian yang rasional dalam situasi audit.

D. Kerahasian

Seorang auditor juga harus berhati-hati dalam menggunakan dan menjaga kerahasiaan informasi yang didapat pada saat audit. Informasi audit sebaiknya digunakan secara benar untuk kepentingan pembuatan laporan audit dan tidak merugikan kepentingan dari auditi, apalagi informasi yang bersifat sangat sensitive atau rahasia.

 E. Independensi

Independen adalah dasar untuk ketidakberpihakan audit dan pembuatan kesimpulan audit yang obyektif. Seorang auditor haruslah independen terhadap kegiatan yang sedang diaudit dan sebaiknya dalam tindakan/prilaku bebas dari bias dan konflik kepentingan. Auditor hendaknya memelihara objektivitas pada seluruh proses audit untuk memastikan bahwa temuan dan kesimpulan audit didasari oleh bukti audit.

F. Pendekatan berdasarkan Bukti

Metode yang rasional untuk mencapai kesimpulan audit yang dapat diandalkan dan dapat direproduksi melalui proses audit yang sistematis. Bukti audit sebaiknya dapat diverifikasi dengan terbatasnya waktu yang digunakan pada saat audit, sebaiknya auditor mengambil sampel yang sesuai yang dapat mewakili dari semua proses pekerjaan dari sebuah organisasi.

Dari penjelasan ke enam prinsip audit diatas, dapat diambil beberapa kesimpulan agar dapat mempermudah memahaminya bahwa terdapat 2 Jenis Atribut Auditor, yaitu :

Auditor yang baik1. Atribut Auditor yang Baik :

  • Etis – adil, dapat dipercaya, bersungguh2, jujur, bijak
  • Berpikiran terbuka – mau mempertimbangkan gagasan atau titik pandang lain
  • Diplomatis – cekatan dalam mengahadapi orang
  • Pemerhati – sadar dgn kegiatan & keadaan fisik sekitar
  • Cerdas – secara naluri sadar mampu memahami situasi
  • Cakap/Luwes – beradaptasi dlm berbagai hal & situasi
  • Tangguh – tekun,memusatkan perhatian m’capai tujuan.
  • Tegas – Tepat waktu mencapai kesimpulan berdasarkan logika dan analisis
  • Percaya diri – bertindak mandiri, efektif berinteraksi

Bad Auditor2. Atribut Auditor yang Buruk :

  • Argumentatif – jangan mendebat selama audit
  • Menyebalkan – jangan selalu membahas masalah yang sama dari waktu ke waktu
  • Berlebihan – jangan mencampur adukkan antara hal-hal sepele dengan masalah penting
  • Terlalu pemaaf kepada auditee – catat setiap kekurangan
  • Memaparkan pandangan atau pendapatnya sendiri – jangan membuang waktu untuk mendiskusikan pendapat atau pendangan Anda sendiri
  • Terlalu banyak memeriksa catatan – jangan menyibukkan diri dengan terlalu banyak memeriksa catatan dibandingkan pemeriksaan lapangan
  • Lompat pada kesimpulan – jangan mengasumsikan sebab dari suatu temuan,cari bukti!
  • Kurang klarifikasi dalam menyampaikan temuan – sampaikan temuan dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat diterima auditee
  • Agresif dan arogan – jangan membuat auditee merasa sebagai pesakitan/orang yang bersalah.

Untuk menjadi Seorang Auditor SMK3 yang akan mengaudit perusahaan berdasarkan Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3, Seorang calon auditor juga harus memahami Atribut Auditor tsb.

Hal ini salahsatu topik yang dibahas pada saat Pelatihan Auditor SMK3 Sertifikasi Kemenaker RI yang dilaksanakan pada tanggal 07-09 Januari 2015 di Hotel Amaris Bekasi dengan penyelenggara PJK3 Lentera Safety.

Pelatihan Auditor SMK3 Sertifikasi Kemenaker Pelatihan Auditor SMK3 Sertifikasi Kemenaker Pelatihan Auditor SMK3 Sertifikasi Kemenaker Pelatihan Auditor SMK3 Sertifikasi Kemenaker Pelatihan Auditor SMK3 Sertifikasi Kemenaker Pelatihan Auditor SMK3 Sertifikasi Kemenaker

Semoga Pelatihan Auditor SMK3 ini dapat bermanfaat bagi para peserta pelatihan agar dapat menjadi Seorang Auditor SMK3 yang profesional.

Pelatihan Auditor SMK3 Sertifikasi KemenakerSebagai Informasi telat terbit Peraturan Terbaru terkait Silabus Pelatihan Auditor SMK3 PP 50 Th.2012 dari 3 hari menjadi 4 hari (dari 30 JP menjadi 40 JP) : Permenaker No.26 Tahun 2014 tentang Penilaian Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja PP No.50 Tahun 2012 Download

About DYNAMIQHSE

Berbagi Informasi mengenai Sistem Manajemen K3LM
This entry was posted in Audit SMK3, Informasi K3, ISO 14001, ISO 9001, OHSAS 18001 and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s