Dekonsentrasi PROPER

Proper Go GreenPeringkat kinerja PROPER berorientasi kepada hasil yang telah dicapai perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang mencakupi 7 (tujuh) aspek yaitu:

1. Pentaatan terhadap peraturan pengendalian pencemaran air;
2. Pentaatan terhadap peraturan pengendalian pencemaran udara;
3. Pentaatan terhadap peraturan pengelolaan Limbah B3;
4. Pentaatan terhadap peraturan AMDAL;
5. Sistem Manajemen Lingkungan;
6. Penggunaan dan pengelolaan sumber daya;
7. Community Development, Participation, dan Relation.

Sejak tahun 2013, Pelaksanaan PROPER dilakukan secara DEKONSENTRASI yaitu pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah atau kepala wilayah atau kepala instansi vertical tingkat atasnya kepada pejabat-pejabat didaerah.

Dalam pelaksanaan urusan pemerintah di bidang lingkungan hidup, MenLH memandang perlu untuk menyelenggarakan dekonsentrasi bidang lingkungan hidup kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah.

Dekonsentrasi PROPER ini yaitu pada :

1)Pengawasan dan usulan peringkat Biru, Merah dan Hitam dilakukan oleh 32 Provinsi dan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup;
2)Penilaian Hijau dan Emas dilakukan oleh Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup;
3)Penetapan peringkat dilakukan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Dekonsentrasi PROPER dilaksanakan dengan melaksanakan 4 Tahapan pelaksanaan PROPER sebagai berikut :
1. Persiapan;
2. Inspeksi Lapangan dan Supervisi;
3. Pemeringkatan Penaatan;
4. Peningkatan Kapasitas

Tahapan Dekonsentrasi Proper

Dengan dilakukannya Dekonsentrasi bidang lingkungan hidup ini harapan dari Kementrian Lingkungan Hidup yaitu dapat meningkatkan kapasitas daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup dan menjunjung pencapaian sasaran prioritas nasional yang termuat dalam Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup yang diukur berdasarkan indikator kinerja utama meningkatnya pengawasan ketaatan pengendalian pencemaran air limbah dan emisi; menurunnya pencemaran lingkungan pada air, udara, sampah, dan limbah B3;memastikan penghentian kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai (DAS); tersedianya kebijakan di bidang perlindungan atmosfir dan pengendalian dampak perubahan iklim; dan meningkatnya kapasitas pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Sumber : Sosialisasi Petunjuk Teknis PROPER Tahun 2013 Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia

About DYNAMIQHSE

Berbagi Informasi mengenai Sistem Manajemen K3LM
This entry was posted in Proper and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s