Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Rumah Sakit

Industrialisasi rumah sakit saat ini mempunyai peran utama dalam sisi kehidupan masyarakat di Indonesia. Salah satunya program kesehatan BPJS yang sudah digalakan oleh kementerian kesehatan RI untuk meningkatkan kesejahteraan hidup seluruh warga Indonesia. Sehingga peningkatan pengguna jasa pelayanan kesehatan kian hari semakin meningkat pesat seperti di rumah sakit, balkes,  puskesmas, klinik  dan  sebagainya.

Hal inilah  yang juga  berdampak  kepada  aspek  teknis  di lingkungan rumah sakit dan semisalnya yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Mengingat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, balkes,  puskesmas dan klinik adalah industrialisasi yang padat karya (menggunakan  teknologi terkini,  banyak  melibatkan banyak tenaga  kerja/ahli dan  semisalnya)  maka terkait dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3 Rumah Sakit), Keselamatan Pasien perlu ditingkatkan untuk mencegah dan meminimalisir faktor dan resiko kerja yang mungkin terjadi di rumah sakit.

Bentuk tindak lanjut dan keseriusan dari itu semua, kini implementasi K3 Rumah Sakit sudah menjadi wajib di industrialisasi rumah sakit sebagai syarat untuk mendapatkan pengakuan secara hukum dan juga kualitas dari pelayanan yang diberikan yaitu Implementasi K3 Rumah Sakit yang merupakan salah satu syarat yang harus di penuhi apabila rumah sakit ingin terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KARS).

Selain itu juga implementasi K3 di industri rumah sakit yang dilakukan oleh industrialisasi rumah sakit merupakan bentuk kepatuhan kepada hukum yang berlaku di Indonesia, dimana implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kini juga telah diatur dalam undang-undang PP 50 tahun 2012 tentang implementasi kesehatan dan keselamatan kerja.

Menindaklanjuti kebutuhan pemahaman terhadap Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit tersebut dibutuhkan  pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan budaya K3, berperilaku aman, dan melakukan pekerjaan secara hati-hati dan selamat untuk proses yang harus diterapkan oleh sebuah rumah  sakit dalam menempuh proses akreditasi rumah sakit oleh KARS.

Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit adalah Upaya untuk memberikan jaminan keselamatan dan meningkatkan derajat kesehatan para pekerja/buruh dengan cara pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, pengendalian bahaya di tempat kerja, promosi kesehatan, pengobatan dan rehabilitasi.

Manajemen K3 Rumah Sakit adalah Suatu proses kegiatan yang dimulai dengan tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian yang bertujuan untuk membudayakan K3 di Rumah Sakit.

Pengembangan SDM ini untuk mengimplementasikan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja shg dapat mengurangi dampak dan resiko bahaya dalam aktifitas kerja, dan juga mampu membangun serta mengelola dan mengendalikan program K3 yang di bangun agar terjaga keefektifanya.

Selain itu juga dengan telah terimplementasikan standar kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit (K3RS) akan menjadi penunjang rumah sakit dalam menempuh program Akreditasi oleh KARS/JCI.

Tujuan Pengembangan SDM ini untuk  :

  1. Memahami dan mengusai prinsip sekaligus sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit.
  2. Memahami dan menguasai terkait dengan kebijakan dan peraturan K3 di rumah sakit.
  3. Peserta mampu membuat, mendokumentasikan serta merencanakan program-program K3 untuk disosialisasikan di masing-masing instansi demi menciptakan suasan kerja yang aman serta untuk meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan.
  4. Peserta mampu  mengimplementasikan  K3  dalam  aktifitas  kerja  dan  mampu  melakukan upaya-upaya pencegahan bahaya yang mungkin terjadi (musibah: kebakaran, gempa, banjir, tanah longsor dan semisalnya)
  5. Mempunyai ketrampilan dan keahlian dalam evakuasi pasien dan penyelamatan dokumen dan aset penting.
  6. Meningkatkan ketrampilan mengendalikan Bahan Berbahaya dan Beracun / B3.
  7. Mempersiapkan Rumah Sakit memenuhi standart Akreditasi Rumah Sakit (KARS/JCI)

Saya Sudah Paham dan Saya Daftar Training K3RS Sekarang :

Baca Detail Lagi, Klik Disini

Posted in K3RS BNSP | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Profesional Auditor ISO 9001:2015

A. Latar Belakang

Setiap organisasi dituntut untuk mampu memenuhi konsistensi mutu produk / jasa tepat waktu dan layanan jaminan kualitas. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 adalah pilihan tepat untuk dapat menangani, mengatur, dan mengendalikan produk atau jasa yang akan diberikan kepada pelanggan. Organisasi dapat membuktikannya dan memperkuat posisi persaingannya dengan sertifikasi Quality Management System ISO 9001:2015.

ISO 9001 telah didisain secara manajemen sistem yang umum sehingga dapat digunakan oleh banyak ukuran dan tipe organisasi. Maka dari itu standar ISO 9001 dapat diterima dan diadopsi secara luas oleh manufaktur dan perusahaan jasa, non-profit organisasi bahkan di instansi pemerintah dan departemen.

Kepuasan pelanggan adalah kunci penting bagi setiap organisasi. Semakin tinggi tingkat kemajuan suatu masyarakat, semakin tinggi pula tuntutan kepuasan pelanggan terhadap sebuah organisasi tersebut. Pelanggan terdiri dari pelanggan Eksternal dan pelanggan Internal, yang dimaksud pelanggan Internal adalah personil yang orang-orang atau pengguna produk yang berada di dalam perusahaan dan memiliki pengaruh terhadap maju mundurnya perusahaan.

Dengan dilakukannya Pelatihan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 secara lengkap selama  2 hari akan memberikan salahsatu solusi untuk mencapai Kepuasan Pelanggan

B. Agenda Training

Hari Pertama : Fokus terhadap Klousul-klousul Persyaratan ISO 9001:2015

Manfaat Pelatihan di hari Pertama ini yaitu :

  1. Memahami Konsep Mutu.
  2. Memahami Prinsip Manajemen Mutu.
  3. Mampu memahami Klosul-klousul secara mendetail dari Persyaratan ISO 9001:2015
  4. Dapat menginterpretasikan klousul-klousul yang ada pada ISO 9001:2015

Pelatihan ini juga akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan dan menyusun dokumentasi yang teruji sebagai dasar penerapan dan evaluasi, serta strategi penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 bagi organisasi yang berkomitmen menghasilkan produk dan layanan bermutu serta kinerja yang tinggi.

Secara garis besar isi pelatihan hari pertama sbb :

  1. Sejarah Sistem Manajemen Mutu ISO 9001
  2. Prinsip-prinsip dasar Sistem Manajemen Mutu ISO 9000:2015
  3. Persyaratan ISO 9001:2015
  4. Perencanaan Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015
  5. Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu

Hari Kedua : Fokus terhadap Teknik Mengaudit Mutu Internal Berdasarkan SNI ISO 19011:2012

Manfaat Pelatihan pada hari Ketiga :

  • Peserta pelatihan mampu memahami serta menguasai persyaratan Audit berdasakan ISO 19011
  • Mampu memahami serta mengetahui alasan kenapa perlu dilaksanakan Audit Mutu Internal
  • Menguasai trik dan cara melaksanakan Audit Mutu Internal yang efektif
  • Mendapatkan pemahaman dan pengetahuan terkait dengan kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh seorang auditor internal dan bagaimana menjadi auditee yang baik pada saat audit.
  • Mampu mengevaluasi dan menganalisa serta mampu memberikan tindakan perbaikan terkait dengan hasil temuan audit internal
  • Bersama manajemen mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi eksternal audit dari badan sertifikasi

Secara garis besar Pelatihan hari Ketiga sbb :

  1. Review Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015
  2. Apa yang dimaksud dengan Audit Mutu Internal dan kenapa perlu Audit Mutu Internal ?
  3. Kapan Audit Mutu Internal diadakan?
  4. Siapa yang harus melakukan Audit Mutu Internal dan apa kompetensi yang dibutuhkan?
  5. Persiapan dan pelaksanaan Audit Mutu Internal?
  6. Bagaimana cara melakukan Audit Mutu Internal?
  7. Apa saja yang dicatat dalam Audit Mutu Internal?
  8. Analisa penyimpangan dan penetapan tindakan koreksi / pencegahan / improvement
  9. Pelaksanaan tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya

C. Persyaratan Peserta

  • Peserta berbadan sehat
  • Mengenakan pakaian rapi (tidak diperkenankan menggunakan Kaos dan Sandal)

D. Metode Pelaksanaan 

  • Presentasi / Ceramah
  • Sesi Umpan Balik (Feedback)
  • Pembahasan studi kasus, dimana objek studi kasus berasal dari organisasi peserta Training
  • Presentasi kelompok

 E. Instruktur Training

Instruktur yang akan memberikan Pelatihan ISO 9001:2015 ini adalah Instruktur Senior, Akademisi dan Praktisi sebagai Lead Auditor ISO 9001 di Lembaga Sertifikasi yang telah terakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) yang telah berpengalaman dan berkompeten dibidangnya.

G. Persyaratan Administrasi

  • Pasphoto 3×4 Berwarna sebanyak 4 lembar
  • Melakukan registrasi ulang pukul 07.00 WIB pada saat hari pertama Training
  • Membawa bukti pembayaran Uang Muka (DP) sesuai yang di informasikan oleh Panitia Penyelenggara.

H. Investasi Training ISO 9001:2015 : 

Biaya Investasi UMUM Rp. 590.000,-, Alumni Midiatama Rp.290.000,- Belum termasuk Pajak Ppn 10% dan Pph 2% (Jika diperlukan)

G. Fasilitas

  • Sertifikat Implementasi ISO 9001:2015
  • Modul
  • Buku SNI ISO 9001:2015, Persyaratan Sistem Manajemen Mutu
  • Lunch & Coffee Break sistem Prasmanan
  • Training kit
  • Workshop dan Simulasi Auditor Internal
  • Lokasi Strategis dan nyaman

H. Pendaftaran

Daftarkan diri anda Download Formulir Pendaftaran

Jika ada yang kurang jelas dapat menghubungi Kami Telpon/Whatsapp :

Team Jakarta :

  • Bara : 087822855575 atau email : dynamiqhse2@gmail.com
  • Imam : 087875053930 atau email : mitradinamis1@gmail.com
  • Ivan : 082165633450 atau email : mitradinamis4@gmail.com
  • Agung : 08121973884, atau email : midiatamaplm3@gmail.com
  • Bayu : 081377475503 atau email : mitradinamis3@gmail.com
  • Admin : 082211130869 atau email : pjk3midiatama@gmail.com

Saya Daftar sekarang :

I. Konfirmasi Kepesertaan

Jika peserta sudah mengirimkan Formulir Registrasi kepada Tim Representative kami di atas, maka selanjutnya akan menerima 2 berkas di bawah ini oleh Tim Panitia Pelaksana Kegiatan :

  1. Surat Konfirmasi Kepesertaan
  2. Formulir Biodata untuk Pembuatan Sertifikat

 

Posted in ISO 9001 | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sertifikat SMK3


Sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.50 Tahun 2012 menggantikan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05 Tahun 1996 tentang SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA, maka sepatutnyalah semua Kementrian WAJIB patuh terhadap regulasi ini.

Salahsatu bentuk Kepatuhan terhadap Regulasi ini, Kementrian PUPERA mengeluarkan Turunan dari PP 50 tahun 2012 ini berupa Peraturan Menteri PU No.05 Tahun 2014 tentang Penerapan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.

Pada PermenPU No.05 Tahun 2014 BAB III Pasal 4 Ayat 1 Berbunyi : Setiap Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi bidang Pekerjaan Umum WAJIB menerapkan SMK3 Konstruksi Bidang PU.

SMK3 Konstruksi juga memiliki 5 Prinsip SMK3 yg sama dengan PP 50 tahun 2012 yaitu :

a. Kebijakan K3;
b. Perencanaan K3;
c. Pengendalian Operasional;
d. Pemeriksaan dan Evaluasi Kinerja K3; dan
e. Tinjauan Ulang Kinerja K3.

Tahapan Penerapan SMK3 Konstruksi untuk Pengguna Jasa (Owner), Penyedia Jasa (Kontraktor), Konsultan (Perencanaan & Pengawasan) yaitu mulai dari :

A.  Tahap Pra Konstruksi:

  1. Rancangan Konseptual, meliputi Studi Kelayakan/Feasibility
    Study, Survei dan Investigasi;
  2. Detailed Enginering Design (DED);
  3. Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa.

B. Tahap Pemilihan Penyedia Barang/Jasa (Procurement);
C. Tahap Pelaksanaan Konstruksi; dan
D. Tahap Penyerahan Hasil Akhir Pekerjaan.

Dari penjelasan di atas maka, bentuk Penerapan SMK3 di sebuah perusahaan khususnya Kontraktor Konstruksi diperlukan BUKTI berupa telah dilaksanakannya AUDIT EKSTERNAL SMK3 oleh Lembaga Audit SMK3 Independent yaitu salahsatunya PT. ALKON INDO SEJAHTERA.

Sebelum dilakukan Audit oleh PT.Alkon Indo Sejahtera, Kontraktor membutuhkan BIMBINGAN dan KONSULTANSI oleh Tim Konsultan Sehingga Perusahaan Kontraktor dapat LULUS pada saat AUDIT SMK3.

Dari Pengalaman kami, Ciri Khas Kontraktor Konstruksi :

  1. TIDAK MAU RIBET, urusan pembuatan Dokumentasi SMK3 seperti : Manual, Prosedur, Instruksi Kerja & Formulir
  2. Maunya TERIMABERES Implementasi di Kantor dan Proyek
  3. Maunya CEPAT, karena selalu berfokus pada saat menjelang TENDER
  4. Maunya MURAH, Kalo bisa dapat ditawar separohnya dari harga
  5. Maunya di CICIL, kalo bisa ada bukti dulu, dan bisa dipake buat tender baru dilunasi
  6. Meminta kepastian LULUS audit SMK3 dan didampingi oleh Konsultan

Kesemuanya itu di atas, Dapat kami kerjakan.

PT.Midiatama sebagai Partner Resmi dari Lembaga Audit SMK3 PT. Alkon Indo Sejahtera dapat membantu perusahaan Bpk/Ibu semua mendapatkan Sertifikat SMK3.

Sejak tahun 2013, PT. Midiatama sudah membantu perusahaan, Khususnya Kontraktor Konstruksi dan beberapa Pabrik-pabrik besar sehingga dapat LULUS AUDIT SMK3.

Berikut List Perusahaan-perusahaan yang telah kami bantu Konsultansi SMK3 s.d Tersertifikasi SMK3 (Update Per Juni 2017) :

Tahun 2013

  1. PT. Conbloc Infratecno
  2. PT. Pembangunan Sarana Perkasa

Tahun 2014

  1. PT. Hutama Karya
  2. PT. Kembar Abadi Prima, Bandung
  3. PDAM Kota Balikpapan
  4. PT. Sanvick, Papua

Tahun 2015

  1. PT. Samafitro
  2. PT. Segara Mukti Abadi
  3. PT. Budi Bakti Prima
  4. PT. Asfri Putralora
  5. PT. Lagagenis Insuko
  6. PT. Parama Matra Widya
  7. PT. Inti Dinamika Logitama
  8. PT. Surya Bakti Group
  9. PT. Armitindo Multitrans Nusantara, Surabaya
  10. PT. Morasait Elibujaya
  11. PT. Citasa Nusantara Indonesia
  12. PT. Cipta Bening Dewata
  13. PT. Gentayu Cakra Wibowo
  14. PT. Asgaria Utama
  15. PT. Tekno Multi Jaya
  16. PT. Tekno Multi Eravator

Tahun 2016

  1. PT. Bumikarsa
  2. PT. Citramasjaya Teknikmandiri
  3. PT. Sarijati Adhitama
  4. PT. Sumber Mitra Jaya
  5. PT. Binamitra Indosejahtera
  6. PT. Multi Bintang Indonesia (Pabrik Bir Bintang, Guiness)
  7. PT. Cipta Bening Dewata
  8. PT. Sasramas Estetika
  9. PT. Dwipa Konektra
  10. PT. Control System Arena Paranusa, Jakarta
  11. PT. LAPI Ganesha Consulting, Bandung
  12. PT. Rembiga Indah, Medan
  13. PT. Cipta Rimba Semesta, Medan
  14. PT. Mushadiq Gemilang, Medan
  15. PT. Mustika Lestari Jaya, Jakarta
  16. PT. Indo Sarana Usaha
  17. PT. Arus Jaya
  18. PT. Eka Ratu
  19. PT. Gusar Tiga Putra
  20. PT. Alqimar Jaya Papua
  21. PT. Alda Karya Sejahtera

Tahun 2017

  1. PT. CogindoDaya Bersama (1 Kantor Pusat & 3 Area Pembangkit Listrik : Ulumbu, Batakan, Sanggau )
  2. PT. Kembar Abadi Prima (Re-Sertifikasi)
  3. PT. Hutama Karya (Re-Sertifikasi)
  4. PT. Kemang Bangun Persada (Re-Sertifikasi)
  5. PDAM Kota Balikpapan (Re-Sertifikasi)
  6. PT. Tonggak Ampuh (4 Pabrik Tiang Listrik : Baturaja, Malang, Yogyakarta, & Gunung Putri)
  7. PT. Sakti Mandiri Perkasa
  8. PT. Melcoinda (Pabrik KWH Meter)
  9. PT. Toton Cipta Abadi
  10. PT. Prisma Cipta Abadi
  11. PT. Feberco
  12. PT. Lematang Sentana
  13. PT. Sarwagata Manunggal
  14. PT. Satria Martanindo Kargo
  15. PT. Karyasembada Ciptamandiri

Segera Hubungi Kami, untuk mendapatkan Informasi secara Detail terkait dengan Proses Sertifikasi SMK3 khusus Kontraktor Konstruksi.

Proses Konsultansi dan Sertifikasi SMK3 khusus perusahaan Kontraktor Konstruksi dapat dilaksanakan Paling cepat 3 minggu sampai dengan 1 bulan, tergantung dari Komitmen perusahaan.

Telpon Kami Segera, Call Center Midiatama (Office Hour) : 02122540869, 02122545432, 02150579797. atau

Direct Call ke HP : 0822-11130869 (Office Hour)

Atau ke Salahsatu tim Konsultan Kami Langsung melayani 24 Jam (Hubungi HP yang Aktif saja): Kami berikan DISKON / Harga Khusus jika Bpk/Ibu mengajukan Sekaligus untuk 2 Perusahaan atau lebih.

  • Bara 087822855575
  • Bayu 081377475503
  • Agung 08121973884
  • Ivan 082165633450

NOTED :

  1. PT. Midiatama tidak menerima permintaan Perusahaan Kontraktor Konstruksi yang bersifat NEMBAK, tanpa ada Proses Audit.
  2. PT. Midiatama dalam hal proses Sertifikasi SMK3 akan mematuhi semua Regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam proses Sertifikasi SMK3 ini khususnya Regulasi PP No.50 tahun 2012 dan Permenaker No.26 tahun 2014.
  3. PT. Midiatama akan memproses Sertifikasi SMK3 ini jikan sudah ada pembayaran DP 50% dari Penawaran harga dari Tim Sales kami.
  4. PT. Midiatama tidak pernah meminta Uang untuk di Transfer ke Rekening Pribadi. Semua pembayaran dilakukan dengan INVOICE resmi dan Rekening Perusahaan dengan a.n PT. Mitra Dinamis Yang Utama (Midiatama)
  5. Jika ada dari TIM KONSULTAN MIDIATAMA yang melakukan Proses Pembayarannya Transfer ke Rekening Pribadinya selain 2 rekening di atas, Silahkan laporkan ke Kami di No.Telp 082211130869, Kami akan berikan GRATIS Training AHLI K3 UMUM untuk 1 orang Staff Bpk/Ibu serta Uang Tunai Rp.500.000,-

Ok Saya Paham sekarang, Saya daftarkan perusahaan saya sekarang ya pak, Mohon ditindaklanjuti segera :

Foto-foto Penyerahan Sertifikat SMK3  Tahun 2017

 

Foto Bersama : Tim Midiatama dan Tim ALKON dalam Acara K3 Award 2016

TIm SMK3 PP 50 SMK3 tender cepat SMK3 PP 50 2012 tender Sertifikasi SMK3 PT.Alkon Konsultansi dan Sertifikasi SMK3 Konsultansi SMK3

Foto-foto pada saat penyerahan Sertifikasi SMK3 PP 50 Tahun 2012.

Sertifikasi SMK3 PT Conbloc Infratecno Sertifikasi SMK3 PT Hutama Karya Sertifikasi SMK3 PT Kemang Bangun Persada Sertifikasi SMK3 PT Kembar Abadi Prima

Sertifikasi SMK3 Perusahaan tender cepat

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

KEBISINGAN & PERLINDUNGAN PENDENGARAN

noise-hazard

Berdasarkan PERMENAKER No. 13/MEN/X/Tahun 2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Kimia di Tempat Kerja, kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan / atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Sedangkan menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP. 48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan mendefinisikan bising sebagai bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Beberapa hal yang perlu dipahami tentang kebisingan antara lain:

  1. Kebisingan adalah bunyi yang tidak diharapkan.
  2. Beberapa bunyi-bunyian diperlukan untuk berkomunikasi, memberi peringatan dan menyeimbangkan serta mengendalikan sesuatu.
  3. Nilai ambang pendengaran adalah tingkat kebisingan paling rendah yang dapat dideteksi oleh manusia.

Ada dua bagian utama dari Undang-Undang yang terkait dengan kebisingan, yaitu ditujukan untuk melindungi para pekerja dan perlindungan kualitas hidup suatu masyarakat. The United States Occupational Safety and Health Administration (OSHA) menetapkan batas hukum atas paparan kebisingan di tempat kerja berdasarkan waktu rata-rata tertimbang seorang pekerja lebih dari satu hari 8 jam. Paparan yag diperbolehkan OSHA (PEL) adalah 90 dBA untuk semua pekerja selama 8 jam sehari. Sedangkan The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menetapkan Nilai Ambang Batas pekerja dengan paparan kebisingan harus dikendalikan di bawah tingkat yang setara dengan 85 Dba selama 8 jam untuk meminimalisasi gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan di tempat kerja.

NIOSH telah menemukan bahwa kebisingan yang disebabkan oleh gangguan pendengaran signifikan terjadi pada tingkat eksposur setalara dengan PEL OSHA berdasarkan informasi terkini yang diperoleh dari literatur. NIOSH juga merekomendasikan nilai turan 3 dBAsehingga setiap kenaikan sebesar 3 dBA menggandakan jumlah kebisingan dan membagi dua jumlah yang disarankan waktu pemaparan. Berikut ini contohnya: OSHA memungkinkan 8 jam paparan 90 dBA, tetapi hanya 2 jam dari paparan tinglat suara 100 dBA. NIOSH merekomendasikan membatasi waktu 8 jam paparan kurang dari 85 dBA. Pada 100 dBA, NIOSH merekomendasikan kurang dari 15 menit untuk paparan per hari.

Period of maximum exposure for various equivalent continuous noise levels

Limiting dB(A)

Maximum exposure period allowed to

 

stay within LAeq,8h 85 dB(A)

   

85

8 hr

88

4 hr

91

2 hr

94

1 hr

97

30 min

100

15 min

The Noise at Work Regulation 1989 membahas tindakan-tindakan yang harus diambil untuk mengurangi pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh tingkat kebisingan di tempat kerja. Regulasi ini mencakup ketentuan-ketentuan dari Noise Directive Uni Eropa. Adapun persyaratan yang harus dilakukan oleh pengusaha untuk mengendalikan bahaya bising di tempat kerja antara lain:

  1. Membuat penilaian kebisingan di tempat-tempat yang terpapar bahaya bising tinggi (ditandai dengan keharusan berteriak-teriak untuk berbicara dalam jarak jangkauan tangan).
  2. Memastikan penilaian kebisingan dilakukan oleh orang yang berkompeten.
  3. Menyampaikan hasil penilaian kepada para pekerja.
  4. Membuat penilaian kebisingan lebih lanjut jika perubahan yang dibuat mempengaruhi tingkat kebisingan.
  5. Menyimpan catatan setiap penilaian kebisingan.
  6. Mengurangi tingkat kebisingan demi melindungi seluruh pekerja dan jajaran manajemen.
  7. Menyediakan alat pelindung pendengaran (ear muff dan ear plug) untuk pekerja yang terpapar kebisingan pada tingkat pertama.
  8. Untuk area yang terpapar kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas:
  9. Menetapkan zona perlindungan pendengaran.
  10. Memasang papan tanda identifikasi sesuai dengan ketentuan Health and Safety (Safety Signs and Signals) Regulation 1996.
  11. Menyampaikan peraturan-peraturan kepada para pekerja agar diketahui.
  12. Tidak memperbolehkan para pekerja memasuki area kerja kecuali mereka menggunakan alat pelindung pendengaran.
  13. Memastikan bahwa seluruh alat yang disediakan untuk melindungi pendengaran para pekerja berada dalam keadaan baik dan terpelihara sebagiamana mestinya.
  14. Memberikan informasi, instruksi dan pelatihan kepada para pekerja tentang:
  15. Tingkat kebisingan di tempat kerja.
  16. Risiko dari paparan kebisingan.
  17. Tindakan pencegahan untuk meminimalisasi risiko.
  18. Kewajiban para pekerja menurut regulasi ini.
  19. Mensyaratkan pabrik atau pemasok permesinan atau peralatan yang mungkin menimbulkan tingkat kebisingan pada atau di atas Nilai Ambang Batas untuk memberikan informasi kepada pembeli tentang tingkat emisi kebisingannya.

noise-control

Sumber kebisingan berasal dari berbagai lingkungan antara lain:

  1. Kebisingan dari Lingkungan Pabrik.
    Misalnya, kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin-mesin dan alat-alat produksi.
  1. Kebisingan dari Alat-Alat Konstruksi.
    Misalnya, kebisingan yang bersumber dari mikser, pompa generator dan vibrator.
  1. Kebisingan yang Berasal dari Lalu Lintas.
    Kebisingan ini diperoleh dari lalu lintas darat maupun udara.
  1. Kebisingan dari Alat-Alat Rumah Tangga.
    Tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh alat-alat rumah tangga tidak terlalu tinggi tetapi dapat mengakibatkan gangguan terhadap penghuni rumah tangga.
  1. Kebisingan pada Tempat Rekreasi.
    Di tempat rekreasi alat-alat modern menimbulkan kebisingan yang hebat, demikian pula dalam berolahraga, seperti menembak dapat pula terjadi kebisingan sesaat dengan intensitas lebih dari 130 dBA.

Berdasarkan pengaruhnya pada manusia, kebisingan dapat menimbulkan gangguan pada:

  1. Psikologis
    Gangguang psikologis dapat berupa:
  • Sulit berkonsentrasi dan susah tidur.
  • Mudah marah.
  • Kepala pusing dan cepat lelah.
  • Menurunkan daya kerja.
  1. Pendengaran
    Gangguan yang terjadi pada pendengaran dapat menyebabkan hilangnya pendengaran seseorang, jika dibiarkan berlanjut dapat menderita ketulian yang bersifat sementara maupun permanen.
  1. Tubuh
    Adapun dampak dari kebisingan yang menyebabkan gangguan tubuh dapat berupa ketegangan otot, kontraksi pembuluh darah, meningkatnya tekanan darah, meningkatnya denyut jantung serta meingkatnya produksi adrenalin.

Untuk melakukan pengendalian bahaya kebisingan dengan menggunakan Alat Pelindung Telinga, terdapat beberapa alat yang bisa digunakan antara lain:

  1. Sumbat Teliga (Ear Plug)
    ear-plugs
    Sumbat telinga yang paling sederhana terbuat dari kapas yang dicelup dalam lilin sampai dari bahan sintetis sedemikian rupa sehingga sesuai dengan liang telinga pemakai. Sumbat telinga ini dapat menurunkan intensitas kebisingan sebesar 25 dB sampai 30 dB.
  2. Penutup Telingan (Ear Muff)
    ear-muff
    Penutup telinga lebih baik daripada penyumbat telinga, karena selain menghalangi hambatan suara melalui udara, juga menghambat hantaran melalui tulang tengkorak. Penutup telinga ini mampu menurunkan intensitas kebisingan sebesar 30 dB sampai 40 dB.
  3. Ear Canal Caps
    ear-canal-caps
    Terbuat dari karet ringan atau jenis material PVC. Berbeda dengan ear plug, ear canal caps tidak digunakan sampai masuk ke liang telinga seperti ear plug. Penggunaan ear canal caps banyak ditemukan pada kegiatan konstruksi karena memudahkan penggunaannya untuk pekerja. 
  4. Acoustic Helmets
    acoustic-helmets
    Alat yang menutup seluruh kepala dan telinga luar. Helm ini biasa digunakan oleh pilot helikopter pesawat tempur dan jet. Selain besar, helm ini termasuk mahal dan mampu meredam kebisingan sebesar 50 dB pada frekuensi yang lebih rendah, 35 dB pada frekuensi 250 Hz. Helm ini juga mampu mengurangi konduksi pada tulang.

Referensi:

  1. PERMENAKER No. 13/MEN/X/Tahun 2011.
  2. KEP. 48/MENLH/11/1996.
  3. Kuswana, Wowo Sunaryo. 2014. Ergonomi dan K3. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  4. Ridley, John. 2006. Jakarta: Erlangga.
  5. Tillman, Cherilyn. 2007. Principles of Occupational Health and Hygiene. Australia: AIOH.
  6. Anizar. 2012. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Posted in Informasi K3, Kesehatan Kerja, Umum, Uncategorized | 1 Comment

K3 ASBES

asbes

Salah satu substansi yang menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang dan banyak menimbukan kematian adalah asbes. Debu asbes yang terhirup secara berangsur-angsur menurunkan fungsi paru, mesotelioma dan asbestosis. Mesotelioma adalah salah satu jenis kanker ganas yang ditemukan pada lapisan dada atau perut. Insidennya meningkat sepanjang berkembangnya dunia industri sebagai akibat dari paparan asbes yang berkepanjangan. Menurut PER-03/MEN/1985 tentang K3 pemakaian asbes pengertian asbes adalah serat yang belum terikat oleh semen atau bahan lain.

Berdasarkan komposisi mineralnya, asbes dapat digolongkan menjadi dua bagian. Golongan serpentin; yaitu mineral krisotil yang merupakan hidroksida magnesium silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11) H2O, Golongan amfibol; yaitu mineral krosidolit, antofilit, amosit, aktinolit dan tremolit. Jenis asbes yang banyak digunakan adalah krisotil. Perbedaan dalam serat asbes selain karena panjang seratnya berlainan, juga karena sifatnya yang berbeda. Satu jenis serat asbes pada umumnya dapat dimanfaatkan untuk beberapa penggunaan yaitu dari serat yang berukuran panjang hingga yang halus. Pembagian atas dasar dapat atau tidaknya serat asbes dipintal ialah :

  1. Serat asbes yang dipintal, digunakan untuk kopling, tirai dan layar, gasket, sarung tangan, kantong-kantong asbes, pelapis ketel uap, pelapis dinding, pakaian pemadam kebakaran, pelapis rem, ban mobil, bahan tekstil asbes, dan lain-lain. Alat pemadam api, benang asbes, pita, tali, alat penyambung pipa uap, alat listrik, alat kimia, gasket keperluan laboratorium, dan pelilit kawat listrik.
  2. Serabut yang tidak dapat dipintal terdiri atas:
  3. Semen asbes untuk pelapis tanur dan ketel serta pipanya, dinding, lantai, alat-alat kimia dan listrik.
  4. Asbes untuk atap.
  5. Kertas asbes untuk lantai dan atap, penutup pipa isolator-isolator panas dan listrik.
  6. Dinding-dinding asbes untuk rumah dan pabrik, macam-macam isolasi, gasket, ketel, dan tanur.
  7. Macam-macam bahan campuran lain yang menggunakan asbes sangat halus dan kebanyakan asbes sebagai bubur.

Asbes amfibol yang biasa digunakan sebagai bahan serat tekstil adalah dari jenis varitas krosidolit. Hal ini berhubungan dengan daya pintalnya yang sesuai dengan kebutuhan industri tekstil. Krisotil dan antagonit termasuk ke dalam golongan asbes serpentin. Krisotil juga merupakan jenis asbes yang sangat penting dalam industri pertekstilan.

PENGGUNAAN ASBES.jpgKeterangan: 1) produk semen asbes; 2) lapisan yang dilapisi asbes; 3) tekstil dan ubin lantai; 4) tiang, balok, dinding; 5) papan penyekat; 6) pipa; 7) asbes yang lepas pada rongga lantai dan atap.

 

Untuk mengatasi bahaya yang mungkin terjadi atau untuk melindungi tenaga kerja dalam perusahaan yang menggunakan bahan asbes dalam proses produksinya, perlu dikeluarkan peraturan tentang K3 pemakaian asbes. Regulasi yang mengatur terkait K3 asbes antara lain:

  1. PP No. 74 tahun 2001, mengenai Pengelolaan B3. PP ini hanya melarang penggunaan crocidolite (asbes biru), dan mengizinkan penggunaan chrysotile.
  2. Kepres No. 22 tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul karena Hubungan Kerja. Menetapkan bahwa asbestosis, kanker paru atau mesotelioma yang disebabkan oleh asbes adalah penyakit yang timbul karena hubungan kerja (lampiran, butir 1 dan 28). Setiap tenaga kerja yang menderita penyakit tersebut berhak mendapat Jaminan Kecelakaan Kerja baik pada saat masih dalam hubungan kerja maupun setelah hubungan kerja berakhir (pasal2).
  3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 03 tahun 1985, tentang Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Penggunaan Asbestos. Peraturan Menteri ini juga melarang penggunaan crocidolite dan melarang penggunaan asbes jenis lainnya dengan jalan menyemprot. Isi dari Peraturan Menteri Tenaga Kerja ini merujuk kepada ILO Code of Practice on Safety in the Use of Asbestos, diterbitkan oleh ILO tahun 1984, yang membangun dasar-dasar kebijakan dan aksi pada tingkat  nasional.
  1. Permenakertrans RI No. 13 tahun 2011, tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Kimia di Tempat Kerja. NAB ini menetapkan bahwa NAB dari Chrysotile adalah 0,1 serat/ml. Chrysotile diklasifikasikan sebagai Confirmed human carcinogen (A1). ACGIH tahun 2001 menetapkan bahwa NAB chrysotile adalah 0.1 serat/ ml, berarti 1/20 dari NAB yang ditetapkan tahun 1997.

PENGUJIAN ASBES DI TEMPAT KERJA

  1. Pengurus wajib melakukan pengendalian terhadap debu asbes yang terkandung diudara lingkungan kerja dengan mengambil sampel pada beberapa tempat yang diperkirakan konsentrasi debu asbesnya tinggi dalam setiap 3 bulan atau pada frekwensi tertentu.
  2. Analisa debu asbes dilakukan oleh Pusat atau Balai Hiperkes dan KK Depertemen Tenaga Kerja atau laboratorium lain yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja atau pejabat yang berwenang.
  3. Pengurus atau pekerja yang ditunjuk harus memberikan penerangan atau informasi yang diminta oleh Pegawai pengawas ketenagakerjaan Ketenagakerjaan yang mengadakan inspeksi di tempat kerja.
  4. Apabila pegawai pengawas ketenagakerjaan menemukan bahwa kadar serat asbes di tempat kerja melampaui Nilai Ambang Batas yang berlaku, pegawai pengawas ketenagakerjaan berhak mewajibkan pengusaha melakukan tindakan pengendalian dengan menggunakan teknologi yang sesuai, menyediakan alat respirator dan pakaian pelindung khusus lainnya.
  5. Apabila pengusaha setelah diperintahkan tetap/tidak mau melakukan tindakan kearah itu, pegawai pengawas ketenagakerjaan melalui Menteri menyampaikan dan meminta kepada instansi yang berwenang untuk menutup perusahaan tersebut.

PENGENDALIAN K3 ASBES                     

PENGENDALIAN ASBES.png

  1. Pemeriksaan Kesehatan. Pemeriksaan kesehatan harus rutin dilaksanakan 1 x dalam setahun yang meliputi rontgen thorax, riwayat pekerjaan, riwayat merokok, pengujian kimia dan tes fungsi paru.
  1. Kebersihan Lingkungan Kerja. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengendalikan potensi bahaya asbes di lingkungan kerja antara lain:
  • Setiap ruang kerja wajib dipasang alat ventilasi.
  • Alat ventilasi wajib dihidupkan pada waktu proses produksi.
  • Alat ventilasi harus diperiksa minimal 3 bulan sekali dan dicatat.
  • Dilakukan perawatan dan perbaikan.
  • Kantong filter alat ventilasi ditaruh di tempat tertutup.
  • Filter harus dibersihkan dan diganti.
  • Tempat kerja dan peralatan harus selalu bersih dan terbebas dari debu asbes.
  • Pembersihan debu asbes harus dengan cara basah atau dihisap.
  • Petugas pembersihan harus memakai APD dan respirator.
  • Pembungkus/kantong asbes harus tidak dapat ditembus debu asbes.
  • Sampah asbes yang telah terikat tidak boleh disimpan, dikirim, atau didistribusikan tanpa wadah tertutup sempurna.
  • Semua wadah yang mengandung asbes harus diberi tulisan : “Bahan Asbes Tidak Boleh Dihirup”.
  • Pembungkus /kantong harus dibuang sehingga tdk dipakai lagi.
  • Sampah asbes dibuang dengan menyebarkan rata ditanah dan ditimbun atau diserahkan kepada PPLI.
  1. Alat Pelindung Diri. Alat pelindung diri di sini bukan hanya sekedar masker, namun yang terbaik adalah respirator. Respirator adalah suatu masker yang menggunakan filter sehingga dapat membersihkan udara yang dihisap. Ada 2 macam respirator, yaitu half-face respirator yang berfungsi sebagai penyaring udara, dan full-face respirator yang berfungsi sebagai penyaring udara dan pelindung mata.

 

Referensi:

  1. PER-03/MEN/1985 tentang K3 Pemakaian Asbes.
  2. Jurnal Kedokteran Universitas Syiah Kuala Volume 15 Nomor 1 April 2015Liza Salawati, Penyakit Akibat Kerja Oleh Karena Pajanan Serat Asbes.
  3. John Ridley: Health & Safety In Brief, Third Edition.
  4. http://www.tekmira.esdm.go.id/data/Asbes/ulasan.asp?xdir=Asbes&commId=1&comm=Asbes diakses tanggal 16 Februari 2017.

     
Posted in Informasi K3, Kesehatan Kerja, Uncategorized | Leave a comment

Pembinaan Ahli K3 Umum Batch 23

img-20170205-wa0001

INGIN MENJADI TENAGA K3 YANG KOMPETEN?

Yuk baca tulisan ini sebentar, sebelum Anda begabung di pelatihan ini…

Dear My Friends,
Di skala industri, aspek K3 punya peran penting lho untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Sayangnya, banyak perusahaan yg belum nerapin K3 dan bahkan punya pekerja yang secara teknik bisa nerapin K3 di perusahaan. Ini bisa jadi tantangan dan peluang bagi teman-teman sedang kerja di berbagai perusahaan. Lho kok? Teman-teman bisa mengikuti pelatihan yang mengupgrade kompetensi terkait K3. Yups, salah satu pelatihan itu ya AHLI K3 UMUM. Selain jadi peluang dan tantangan, bisik-bisik tetangga nih, rata-rata GAJINYA LUMAYAN GEDE LHO.Uppss! Masalah gaji, jangan terlalu digarisbawahi ya. Kayaknya agak sensi. Hehehe

Back to the topic…..
Saat temen-temen bergabung dalam pelatihan yang memakan waktu 12 hari ini, temen-temen akan disajikan dengan beberapa materi yang akan tentunya menjadi bekal untuk nerapin K3 di tempat kerja. Juga tentunya hal-hal apa aja sih yang menjadi role play seorang AHLI K3 UMUM. Supaya temen-temen mudah memahami materi training, Kami selaku PJK3 MIDIATAMA tentunya akan menghadirkan pemateri-pemateri yang luar biasa. Salah satunya, sebut saja Bapak Muhammad Deny, beliau adalah salah satu auditor yang udah sering kesana-kemari ngeaudit SMK3 PP 50 tahun 2012. Jadi, ini kesempatan baik untuk dapet ilmu dari beliau. Dan tentunya pemteri-pemateri lain yang juga berpengalaman. Mereka semua akan berbagi ilmu, cerita, dan pengalamannya dengan Anda. InsyaAllah, sangat berharga.

Perihal investasi untuk bisa gabung di pelatihan ini, memang bagi sebagian orang akan bilang mahal, yakni Rp. 8.599.999. Untungnya, MIDIATAMA berbaik hati memberikan penawaran harga menjadi Rp. 6.999.999. Investasi segitu udah GRATIS “Lencana AHLI K3 dan PIN, Flashdisk Exclusive 8Gb, POLO Shirt, Pulpen Touchscreen, & Training Kit Lainnya. Lumayan selisih uangnya bisa buat keperluan lain….

Masalah penyelenggaraan, PJK3 MIDIATAMA telah sukses ngadain 22 Batch dan semua peserta LULUS 100%. Tentu, kalau Saya jadi peserta, gak akan menunda-nunda lagi kesempatan ini.

So, tunggu apalagi? Segera daftarkan diri Anda melalui CP dibawah ini:
Tias : 0819-7778-1000
Akbar : 0811-7105-911

Info lengkap kunjungi website kami :
www.midiatama.co.id

“Managing Safety is like “fighting a geurilla war in which there are no final victory”. It is a never ending struggle to identify and eliminate or control hazards”.
(Prof. James Reason, dari Universitas Manchester)

Posted in Bimbingan & Konsultasi, Informasi K3, Training K3, Umum, Uncategorized | Leave a comment

BASIC FIRST AID TRAINING

 

IMG-20170130-WA0008.jpg

Memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan atau mengalami sakit dengan tujuan menyelamatkan jiwa korban sering gagal, bahkan jiwa pemberi pertolongan pertama dapat menjadi korban. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman terkait prinsip dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Bahkan petugas P3K yang memberikan pertolongan merupakan petugas yang kurang terampil. P3K merupakan pertolongan pertama yang harus segera diberikan kepada tenaga kerja yang mendapatkan kecelakaan atau penyakit mendadak di tempat kerja dengan cepat dan tepat sebelum korban dibawa ke tempat rujukan (Dokter / Puskesmas / Rumah Sakit). Berkaitan dengan hal permasalahan diatas, pemerintah telah membuat ketentuan-ketentuan Peraturan Perundangan dalam rangka penanggulangan kecelakaan dan sakit mendadak di tempat kerja dengan pelaksanaan P3K, antara lain:

  1. Undang-Undang No. 1 tahun 1970.
  2. Permenakertrans No. Per. 03/Men/1982.

Pertolongan pertama tersebut bertujuan untuk memberikan perawatan darurat pada korban sebelum diberikan pertolongan yang lebih lengkap. P3K diberikan untuk menyelamatkan nyawa korban, meringankan penderitaan korban, mencegah cedera / penyakit menjadi lebih parah, mempertahankan daya tahan korban dan mencarikan pertolongan lebih lanjut. Dengan demikian, P3K memiliki peranan penting dalam upaya pencegahan terhadap cedera atau penyakit yang ditimbulkan akibat kecelakaan kerja.

Dalam melakukan pertolongan pertolongan pertama, seorang petugas P3K harus memahami apa saja yang menjadi prinsip dasar yang menjadi pedoman tindakan dalam berbagai situasi lingkungan dan kondisi korban.

Pelatihan ini akan menjelaskan kepada Anda tentang bagaimana dasar-dasar P3K ditempat kerja, anatomi faal dan dasar tubuh untuk melihat perubahan-perubahan serta keadaan bahaya pada korban yang mengalami kecelakaan dengan melihat kondisi fisiologis korban, melakukan penilaian dan membaca situasi sebelum memutuskan tindakan apa yang harus didahulukan, bantuan hidup dasar, pertolongan pendarahan dan syok, penanganan cidera, kedaruratan medis serta bagaimana teknik evakuasi.

Semua materi lengkap ini dapat anda ikuti khusus pada tanggal 26 Februari 2017 dalam rangka semarak Bulan K3 Nasional. Siapkan diri anda untu mengikuti pelatihan ini. Persediaan kursi terbatas!

Informasi lebih lanjut:

Akbar: 0811-7105-911 / Maya: 0811-7353-532

Referensi: Pengawasan Kesehatan Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI

Posted in Bimbingan & Konsultasi, Informasi K3, Kesehatan Kerja, P3K, Uncategorized | Leave a comment